Rabu, 03 September 2014

Chatting Menggunakan IRC

IRC sebenarnya adalah teknologi lama untuk chatting pada sebuah kanal ( mudahnya : sebuah room). Pada linux, terdapat banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan untuk terkoneksi pada server IRC. Yang saya gunakan adalah Xchat. Aplikasi lain yang sejenis terdapat quassel. Kali ini kita akan mencoba chatting pada kanal #ubuntu-indonesia

Install Xchat pada ubuntu

xchat sudah terdapat pada repository, maka dapat langsung diinstall dengan cara:
1
sudo apt-get install xchat

Menggunakan Xchat

Bukalah aplikasi xchat pada dash, lalu akan muncul aplikasi yang menanyakan usename dan server yang kamu ingin gabung.
Pada server, scroll kebawah hingga anda menemukan freenode dan pilihlah. Untuk username, anda bebas menggunakan nama sesuka hati. Anda tidak perlu membuat akun dan password untuk bergabung dengan server.
Lalu anda akan dihadapkan dengan tampilan ini ( atau sejenisnya) yang intinya menanyakan anda ingin masuk pada chanel apa.
ketikan #ubuntu-indonesia dan klik ok.
ada, selamat datang di tempat chatting pengguna ubuntu indonesia :). Sampai tahap ini, anda bisa berchatting ria (dengan etika tentunya). Tetapi jika ingin mendalami chatting, dapat melanjutkan membaca.


Mengenal lebih dalam tentang IRC

Sebenarnya saya juga baru dalam hal IRC, maka kita akan sama sama belajar :). Mohon maaf jika terdapat kesalahan ya.

Channel

Saya pernah mencoba bergabung dengan salah satu kanal, tetapi saya salah menuliskan alamatnya. Apa yang terjadi? Saya tetap terhubung dengan saya sendirian yang ada di kanal tersebut. Dari sini saya dapat menyimpulkan bahwa kita dapat membuat sendiri kanal dan mengajak orang orang untuk mengunjunginya.

User

Pada screenshot diatas, dibagian kanan adalah user yang online. Disebelah kanan user terdapat bundaran berwarna hijau, kuning dan tidak memiliki bundaran.
Untuk yang berwarna hijau adalah operator atau admin pada kanal tersebut yang mampu melakukan segala sesuatu pada kanal seperti kick, ban, mengganti topik, mute kanal (membuat semua orang tidak bisa mengirim pesan) dan lainnya. Pada screenshot, ChanServ adalah operator.
Untuk yang berwarna kuning adalah user +v (voice). User tersebut dapat mengirim pesan ketika operator melakukan mute pada kanal. Untuk yang tidak memiliki bundaran adalah user biasa.
(Sumber informasi: Chatting dengan mas Malsasa pada kanal #ubuntu-indonesia)
Lalu terdapat juga yang berwarna hitam dan abu abu. Yang berwarna abu abu adalah user yang online tetapi memberitau user lain bahwa dia sedang pergi (away). Untuk dapat melakukannya dibutuhkan command, yaitu dengan mengetikan /away pada kotak chat. Untuk mengembalikannya, anda memberikan command /back.

Registrasi Username

Kembali ke awal, ketika kita masuk menggunakan username A, kita tidak diminta konfirmasi. Bagaimana caranya agar username kita tidak bisa digunakan orang lain? Dengan cara memberikan command
/msg nickserv register your_password your_email_address
your_password diganti dengan password yang anda ingin gunakan dan your_email_address ganti dengan email anda. Selanjutnya, buka email anda dan akan ada cara untuk konfirmasi email. Tinggal copy-paste kan pada kotak chat. Dan selamat! Username anda memiliki password. Untuk dapat menggunakan username tersebut, anda perlu melakukan login dengan cara memberikan command
/msg nickserv identify AccountName Your-Password
( Sumber informasi: Baca baca di wikihow http://www.wikihow.com/Register-a-User-Name-on-Freenode )

List command yang mungkin dibutuhkan

Anda dapat melihat list yang dapat digunakan dengan memberikan command /help. Command yang biasa saya gunakan adalah:
  • /me
  • /help
  • /join
  • /away
  • /back
Untuk mengetahui kegunaannya secara lengkap bisa membaca artikel di sini :http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Internet_Relay_Chat_commands atau http://www.ircbeginner.com/ircinfo/ircc-commands.html Nanti kalau ada waktu saya mencoba translate ke bahasa indonesia.
======================
Sekian pengenalan IRC oleh saya. Saya juga masih baru di dunia pre-IRC-an. Semoga informasi ini membantu.

Menampilkan Data Menggunakan My SQL

Hal yang paling umum ketika kita belajar PHP dan MySQL adalah menampilkan data dari sebuah tabel. Nah berikut ini akan saya berikan panduan dasar untuk programmer pemula teknik bagaimana cara menampilkan data dan variasinya. Hal yang akan kita bahas adalah
  1. Menampilkan data di tabel
  2. Menampilkan data baris zebra
  3. Format data dengan kondisi tertentu (Conditional formating)
  4. Menampilkan data secara vertikal
Sebelum masuk ke materi pertama tama anda harus membuat database terlebih dahulu dan membuat tabel contoh dengan nama mahasiswa. Script SQL untuk membuat tabel adalah sebagai berikut
membuat tabel mahasiswa

source code
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `mahasiswa` (
  `nim` varchar(5) NOT NULL,
  `nama` varchar(40) NOT NULL,
  `ipk` double NOT NULL,
  `jurusan` varchar(40) NOT NULL
) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;
--
-- Dumping data untuk tabel `mahasiswa`
--
INSERT INTO `mahasiswa` (`nim`, `nama`, `ipk`, `jurusan`) VALUES
('M0002', 'Firman', 2.1, 'Ekonomi'),
('M0003', 'Gunawan', 3.71, 'Sistem Informasi'),
('M0004', 'Gunatri', 2.2, 'Pendidikan'),
('M0005', 'Fitria', 3.1, 'Teknik Mesin'),
('M0016', 'Zuhair', 2.5, 'Teknik Industri'),
('M0100', 'andri', 3.82, 'Psikologi');

Membuat script koneksi.php

source code
1
2
3
4
5
6
7
define('db_host','localhost');
define('db_user','root'); //user database
define('db_pass',''); //passwd database
define('db_name','candralab');
mysql_connect(db_host,db_user,db_pass);
mysql_select_db(db_name);
Jika dua hal tersebut telah ada buat. sekarang mari kita masuk ke panduan pertama
Menampilkan data di tabel
teknik ini adalah teknik paling dasar dalam menampilkan dari tabel mysql menggunakan PHP
source code
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
<h2>Menampilkan data di Tabel</h2>
    <table border="1" width="500px">
      <th><td>Nim</a></td><td>Nama</td><td>IPK</td><td>Jurusan</td></th>
<!-- example 1 :menampilkan data di tabel-->
<?php
require_once('koneksi.php');
$query1="select * from mahasiswa ";
$result=mysql_query($query1) or die(mysql_error());
$no=1; //penomoran
while($rows=mysql_fetch_object($result)){
      ?>
      <tr>
        <td><?php echo $no
        ?></td>
        <td><?php    echo $rows -> nim;?></td>
        <td><?php    echo $rows -> nama;?></td>
        <td align='right'><?php    echo $rows -> ipk;?></td>
        <td><?php    echo $rows -> jurusan;?></td>
      </tr>
      <?php
$no++;
}?>
    </table>
hasil dari code diatas harusnya tampak seperti ini

gambar1
Menampilkan data baris zebra
untuk menampilkan tabel zebra strip, codenya hampir sama dengan contoh pertama. Kunci utama zebra skrip adalah memberikan syle warna lain jika suatu baris adalah ganjil.
Berikut ini adalah potongan code dari zebra strip.

source code
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
<h2>
    Table Zebra strip
  </h2>
<table width="500px">
    <th><td>Nim</a></td><td>Nama</td><td>IPK</td><td>Jurusan</td></th>
<?php
$query2="select * from mahasiswa ";
$result=mysql_query($query2) or die(mysql_error());
$no=1; //penomoran
$warna='#fffff';
while($rows=mysql_fetch_object($result)){
       
      if($no%2==1){
    $warna='#ece9d8';
  }else{
    $warna='#fff';
  }
  ?>
    <tr style='background-color: <?=$warna;?>'>
        <td><?php echo $no
        ?></td>
        <td><?php    echo $rows -> nim;?></td>
        <td><?php    echo $rows -> nama;?></td>
        <td align='right'><?php    echo $rows -> ipk;?></td>
        <td><?php    echo $rows -> jurusan;?></td>
      </tr>
      <?php
$no++;
}?>
    </table>
    
hasil dari code diatas akan tampak seperti gambar dibawah ini


Conditional formating
Teknik ketiga adalah memformat suatu data jika memenuhi syarat syarat tertentu. dalam contoh yang saya buat, jika ip mahasiswa

source code
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
<h2>
    Conditional Formating
  </h2>
<table width="500px">
   
    <th><td>Nim</a></td><td>Nama</td><td>IPK</td><td>Jurusan</td></th>
<?php
//fungsi conditional formating untuk IPK
function format_ipk($ipk){
  $warna='#000';
  if($ipk<=2.75){
    $warna='#e51a1a'; //merah
  }else if($ipk<=3.5){
    $warna='#99bff1'; //biru
  }else if($ipk<=4.0){
    $warna='#40c74c'; //hijau
  }
  return "<div style='color:$warna';text-weight>$ipk</div>";
}
$query2="select * from mahasiswa ";
$result=mysql_query($query2) or die(mysql_error());
$no=1; //penomoran
$warna='#fffff';
while($rows=mysql_fetch_object($result)){
       
      if($no%2==1){
    $warna='#ece9d8';
  }else{
    $warna='#fff';
  }
  ?>
    <tr style='background-color: <?=$warna;?>'>
        <td><?php echo $no
        ?></td>
        <td><?php    echo $rows -> nim;?></td>
        <td><?php    echo $rows -> nama;?></td>
        <td align='right'><?php    echo format_ipk($rows -> ipk);?></td>
        <td><?php    echo $rows -> jurusan;?></td>
      </tr>
      <?php
$no++;
}?>
    </table>
hasil dari conditional formating tampak seperti gambar berikut


Tampilan vertikal
ketiga teknik diatas umumnya dipakai untuk halaman pengolahan data, maka teknik ini sering dipakai terutama dihalaman web yang dikunjungi oleh user

source code
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
<h2>
  Menampilkan data secara vertikal
</h2>
<table>
   
<?php
$query2="select * from mahasiswa limit 2 ";
$result=mysql_query($query2) or die(mysql_error());
while($rows=mysql_fetch_object($result)){
      ?>
      <tr><td align='right'><b>Nim:</b></td><td><?php    echo $rows -> nim;?></td><tr>
      <tr>  <td align='right'><b>Nama:</b></td><td><?php    echo $rows -> nama;?></td><tr>
      <tr>  <td align='right'><b>IPK:</b></td><td><?php    echo $rows -> ipk;?></td><tr>
      <tr>  <td align='right'><b>Jurusan:</b></td><td><?php    echo $rows -> jurusan;?></td><tr> 
       
      <?php
}?>
</table> 
hasil dari teknik tersebut tampak seperti gambar dibawah ini


Nah, sekian dulu semoga tips diatas bisa bermanfaat. untuk posting selanjutnya saya akan membahas tentang sorting,searching dan paging dengan PHP dan MYSQL.

Selasa, 02 September 2014

Template Responsive

Ini adalah latihan saya yang kedua untuk membuat template responsive, monggo di download dan saya minta kritik dan sarannya, semoga bermanfaat bagi anda semua. terimakasih



Download  Klik Disini
Demo Klik Disini

Senin, 01 September 2014

Belajar Bareng Manajemen Proyek IT & Pendidikan Bersama SURO DHEMIT Di BLC-TELKOM KLATEN

Inisiasi adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik, dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi), dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.
Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya. Pada umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya disebut dengan "triple constrains" atau "tiga batasan". Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan harkat dan martabat individu dalam menjalankan proyek, maka batasan ini kemudian berkembang dengan ditambahkan dengan batasan keempat yaitu faktor keselamatan. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengoptimasikan dan pengalokasian semua sumber daya dan mengintegrasikannya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditentukan.

Sumber : Wikipedia

Prinsip Umum Managemen Proyek

George R. Terry telah merumuskan fungsi fungsi tersebut sebagai POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling).
  • Planning (Perencanaan)
  • Organizing (Pengorganisasian)
  • Actuating (Penggerakan)
  • Controling (Pengendalian)
 Penjelasan :
  1. Planning (Perencanaan)

    Planning adalah proses yang secara sistematis mempersiapkan kegiatan guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Kegiatan diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik yang menjadi tanggung jawab pelaksana (kontraktor) maupun pengawas (konsultan). Kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai konsep planning” yang tepat untuk mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

    Pada proses planning perlu diketahui hal-hal sebagai berikut :
    • Permasalahan yang terkait dengan tujuan dan sumber daya yang tersedia.
    • Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia.
    • Penerjemahan rencana kedalam program-program kegiatan yang kongkrit.
    • Penetapan jangka waktu yang dapat disediakan guna mencapai tujuan dan sasaran.
  2. Organizing (Pengorganisasian)

    Organizing (pengorganisasian kerja) dimaksudkan sebagai pengaturan atas suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dipimpin oleh pimpinan kelompok dalam suatu wadah organisasi. Wadah organisasi ini menggambarkan hubungan-hubungan struktural dan fungsional yang diperlukan untuk menyalurkan tanggung jawab, sumber daya maupun data.

    Dalam proses manajemen, organisasi berfungsi untuk :
    • menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.
    • membantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
    • mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya.

    Dalam fungsi organizing, koordinasi merupakan mekanisme hubungan struktural maupun fungsional yang secara konsisten harus dijalankan. Koordinasi dapat dilakukan melalui mekanisme :

    • koordinasi vertikal (menggambarkan fungsi komando),
    • koordinasi horizontal (menggambarkan interaksi satu level); dan
    • koordinasi diagonal (menggambarkan interaksi berbeda level tapi di luar fungsi komando).

    Koordinasi vertikal dan bersifat hirarkis :


    • Pelaksana Konstruksi : koordinasi antara General Superintendant dengan Material Superintendant atau dengan Construction Engineer atau dengan Equipment Superintendant.
    • Field Supervision Team, koordinasi antara Site Engineer dengan Quantity Engineer atau dengan Quality Engineer merupakan koordinasi vertikal dan bersifat hirarkis.

    Koordinasi horizontal dan bersifat satu level :


    • Pelaksanaan konstruksi, koordinasi antara Material Superintendant dengan Construction Engineer atau dengan Equipment Superintendant merupakan.
    • Field Supervision Team, koordinasi antara Quantity Engineer atau dengan Quality Engineer merupakan koordinasi horizontal dan bersifat satu level.

    Koordinasi diagonal :

    Koordinasi antara General Superintendant dengan Site Engineer merupakan koordinasi horizontal dan bersifat satu level, sedangkan koordinasi antara Kepala Satuan Kerja Pekerjaan Civil Works dengan General Superintendant atau dengan Site Engineer merupakan koordinasi vertikal.

  3. Actuating (Penggerakan)

    Actuating diartikan sebagai fungsi manajemen untuk menggerakkan orang yang tergabung dalam organisasi agar melakukan kegiatan yang telah ditetapkan di dalam planning. Pada tahap ini diperlukan kemampuan pimpinan kelompok untuk menggerakkan; mengarahkan; dan memberikan motivasi kepada anggota kelompoknya untuk secara bersama-sama memberikan kontribusi dalam menyukseskan manajemen proyek mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

    Berikut ini beberapa metoda mensukseskan “actuating” yang dikemukakan oleh George R. Terry, yaitu:

    • Hargailah seseorang apapun tugasnya sehingga ia merasa keberadaannya di dalam kelompok atau organisasi menjadi penting.
    • Instruksi yang dikeluarkan seorang pimpinan harus dibuat dengan mempertimbangkan adanya perbedaan individual dari pegawainya, hingga dapat dilaksanakan dengan tepat oleh pegawainya.
    • Perlu ada pedoman kerja yang jelas, singkat, mudah difahami dan dilaksanakan oleh pegawainya.
    • Lakukan praktek partisipasi dalam manajemen guna menjalin kebersamaan dalam penyelenggaraan manajemen, hingga setiap pegawai dapat difungsikan sepenuhnya sebagai bagian dari organisasi.
    • Upayakan memahami hak pegawai termasuk urusan kesejahteraan, sehingga tumbuh sense of belonging dari pegawai tersebut terhadap tempat bekerja yang diikutinya.
    • Pimpinan perlu menjadi pendengar yang baik, agar dapat memahami dengan benar apa yang melatarbelakangi keluhan pegawai, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan sesuatu keputusan.
    • Seorang pimpinan perlu mencegah untuk memberikan argumentasi sebagai pembenaran atas keputusan yang diambilnya, oleh karena pada umumnya semua orang tidak suka pada alasan apalagi kalau dicari-cari agar bisa memberikan dalih pembenaran atas keputusannya.
    • Jangan berbuat sesuatu yang menimbulkan sentimen dari orang lain atau orang lain menjadi naik emosinya.
    • Pimpinan dapat melakukan teknik persuasi dengan cara bertanya sehingga tidak dirasakan sebagai tekanan oleh pegawainya.
    • Perlu melakukan pengawasan untuk meningkatkan kinerja pegawai, namun haruslah dengan cara-cara yang tidak boleh mematikan kreativitas pegawai.
  4. Controlling (Pengendalian)

    Controlling diartikan sebagai kegiatan guna menjamin pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Didalam manajemen proyek jalan atau jembatan, controlling terhadap pekerjaan kontraktor dilakukan oleh konsultan melalui kontrak supervisi, dimana pelaksanaan pekerjaan konstruksinya dilakukan oleh kontraktor. Pengawas Umum (General Superintendat) berkewajiban melakukan Pengendalian (secara berjenjang) terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh staf di bawah kendalinya yaitu Site Administration, Quantity Surveyor, Materials Superintendant, Construction Engineer, dan Equipment Engineer untuk memastikan masing-masing staf sudah melakukan tugasnya dalam koridor “jaminan kualitas (quality assurance)”. Sehingga, tahap-tahap pencapaian sasaran sebagaimana direncanakan dapat dipenuhi.

    Kegiatan ini berlaku juga dalam kegiatan internal konsultan supervisi, dalam artian, kepada pihak luar konsultan supervisi itu bertugas mengawasi kontraktor, selain itu secara internal Site Engineer juga melakukan controlling terhadap Quantity Engineer dan Quality Engineer. Secara keseluruhan internal controlling ini dapat mendorong kinerja konsultan supervisi lebih baik di dalam mengawasi pekerjaan kontraktor.

    Ruang lingkup kegiatan controlling mencakup pengawasan atas seluruh aspek pelaksanaan rencana, antara lain adalah:

    • Produk pekerjaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
    • Seluruh sumber-sumber daya yang digunakan (manusia, uang , peralatan, bahan)
    • Prosedur dan cara kerjanya
    • Kebijaksanaan teknis yang diambil selama proses pencapaian sasaran.

    Controlling harus bersifat obyektif dan harus dapat menemukan fakta-fakta tentang pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Rujukan untuk menilainya adalah memperbandingkan antara rencana dan pelaksanaan, untuk memahami kemungkinan terjadinya penyimpangan.

    Documentasi :













luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com