Jumat, 08 Agustus 2014

Tip Belajar Otodidak Blender 3D

  1. Sebagai pemula, tentukan dulu FOKUS belajar untuk menguasai tool dan instruksi dasar permodelan 3D. Jangan terburu nafsu untuk mempelajari teknik lain. Buatlah target belajar Anda seperti sebuah kurikulum. Ingat, Blender adalah software yang sangat kompleks, mulai dari game engine, modeling, texturing, sculpting, sampai dengan motion tracking dan video editor.
  2. Ulangi 1 jenis tutorial dasar hingga puluhan kali secara konsisten selama sepekan. Tujuannya adalah untuk membangun bawah sadar instruksi di blender. Hasilnya adalah reflek jari menjadi lebih baik dan dapat bekerja secara efisien. Tanpa harus melihat keyboard saat akan mengeksekusi.
  3. Untuk menguasai teknik modeling 3D, saya berlatih membuat obyek dengan lilin atau “malam”, clay, hingga papercraft. Hal ini sangat membantu proses “imajinasi” saat saya merotasi obyek 3D di blender.
  4. Intensive melakukan observasi obyek disekitar kita. Agar kemampuan topologi makin bagus saya sering melakukan pengamatan terhadap obyek-obyek seperti gunting, gelas, mobil, hingga action figure.
  5. Menuliskan pengalaman belajar kita untuk menjadi sebuah tutorial. Dengan menulis atau membuat video screencast akan semakin memperkuat bawah sadar kita dalam memahami suatu teknik di blender. Jangan pernah ragu untuk berbagi meskipun itu hal yang sederhana. Bisa saja hal sederhana bagi kita tetapi menjadi hal luar biasa bagi orang lain. Bahkan akan muncul banyak pertanyaan dan masukan atas tulisan kita. Sehingga kita akan “dipaksa” untuk belajar lebih dalam lagi.
  6. Aktif di komunitas blender baik di tingkat lokal, nasional (Blender Indonesia), hingga internasional. Kita akan dapat banyak feedback dan apresiasi. Jangan pernah takut menerima kritik. Setiap respon adalah bentuk apresiasi berharga bagi perbaikan karya kita.
  7. Jangan terlalu banyak DOWNLOAD TUTORIAL!!!! Bukan banyaknya tutorial yang anda download tapi yang terpenting adalah berapa banyak tutorial yang sudah anda kuasai dengan baik.

Satu hal yang sangat bernilai dari belajar Blender adalah saya dipertemukan dengan orang-orang hebat di Industri Kreatif Indonesia seperti Mas Hizaro (Kapten Blender), Pak Onno W. Purbo (Wajanbolic), Pak Made Wiryana, Pak Rusmanto, Mbak Judith Lubis, Marlin & Andi Martin + Chris Vian (Kreator Si Hebring) dan masih banyak lagi.

Semoga Tip Belajar Otodidak Blender 3D ini bermanfaat bagi Anda

Sumber : http://adhicipta.com/belajar-otodidak-blender-3d/
    1. Sebagai pemula, tentukan dulu FOKUS belajar untuk menguasai tool dan instruksi dasar permodelan 3D. Jangan terburu nafsu untuk mempelajari teknik lain. Buatlah target belajar Anda seperti sebuah kurikulum. Ingat, Blender adalah software yang sangat kompleks, mulai dari game engine, modeling, texturing, sculpting, sampai dengan motion tracking dan video editor.
    2. Ulangi 1 jenis tutorial dasar hingga puluhan kali secara konsisten selama sepekan. Tujuannya adalah untuk membangun bawah sadar instruksi di blender. Hasilnya adalah reflek jari menjadi lebih baik dan dapat bekerja secara efisien. Tanpa harus melihat keyboard saat akan mengeksekusi.
    3. Untuk menguasai teknik modeling 3D, saya berlatih membuat obyek dengan lilin atau “malam”, clay, hingga papercraft. Hal ini sangat membantu proses “imajinasi” saat saya merotasi obyek 3D di blender.
    4. Intensive melakukan observasi obyek disekitar kita. Agar kemampuan topologi makin bagus saya sering melakukan pengamatan terhadap obyek-obyek seperti gunting, gelas, mobil, hingga action figure.
    5. Menuliskan pengalaman belajar kita untuk menjadi sebuah tutorial. Dengan menulis atau membuat video screencast akan semakin memperkuat bawah sadar kita dalam memahami suatu teknik di blender. Jangan pernah ragu untuk berbagi meskipun itu hal yang sederhana. Bisa saja hal sederhana bagi kita tetapi menjadi hal luar biasa bagi orang lain. Bahkan akan muncul banyak pertanyaan dan masukan atas tulisan kita. Sehingga kita akan “dipaksa” untuk belajar lebih dalam lagi.
    6. Aktif di komunitas blender baik di tingkat lokal, nasional (Blender Indonesia), hingga internasional. Kita akan dapat banyak feedback dan apresiasi. Jangan pernah takut menerima kritik. Setiap respon adalah bentuk apresiasi berharga bagi perbaikan karya kita.
    7. Jangan terlalu banyak DOWNLOAD TUTORIAL!!!! Bukan banyaknya tutorial yang anda download tapi yang terpenting adalah berapa banyak tutorial yang sudah anda kuasai dengan baik.
    Satu hal yang sangat bernilai dari belajar Blender adalah saya dipertemukan dengan orang-orang hebat di Industri Kreatif Indonesia seperti Mas Hizaro (Kapten Blender), Pak Onno W. Purbo (Wajanbolic), Pak Made Wiryana, Pak Rusmanto, Mbak Judith Lubis, Marlin & Andi Martin + Chris Vian (Kreator Si Hebring) dan masih banyak lagi.
    Semoga Tip Belajar Otodidak Blender 3D ini bermanfaat bagi Anda.
    - See more at: http://adhicipta.com/belajar-otodidak-blender-3d/#sthash.MHcClIzz.dpuf
    1. Sebagai pemula, tentukan dulu FOKUS belajar untuk menguasai tool dan instruksi dasar permodelan 3D. Jangan terburu nafsu untuk mempelajari teknik lain. Buatlah target belajar Anda seperti sebuah kurikulum. Ingat, Blender adalah software yang sangat kompleks, mulai dari game engine, modeling, texturing, sculpting, sampai dengan motion tracking dan video editor.
    2. Ulangi 1 jenis tutorial dasar hingga puluhan kali secara konsisten selama sepekan. Tujuannya adalah untuk membangun bawah sadar instruksi di blender. Hasilnya adalah reflek jari menjadi lebih baik dan dapat bekerja secara efisien. Tanpa harus melihat keyboard saat akan mengeksekusi.
    3. Untuk menguasai teknik modeling 3D, saya berlatih membuat obyek dengan lilin atau “malam”, clay, hingga papercraft. Hal ini sangat membantu proses “imajinasi” saat saya merotasi obyek 3D di blender.
    4. Intensive melakukan observasi obyek disekitar kita. Agar kemampuan topologi makin bagus saya sering melakukan pengamatan terhadap obyek-obyek seperti gunting, gelas, mobil, hingga action figure.
    5. Menuliskan pengalaman belajar kita untuk menjadi sebuah tutorial. Dengan menulis atau membuat video screencast akan semakin memperkuat bawah sadar kita dalam memahami suatu teknik di blender. Jangan pernah ragu untuk berbagi meskipun itu hal yang sederhana. Bisa saja hal sederhana bagi kita tetapi menjadi hal luar biasa bagi orang lain. Bahkan akan muncul banyak pertanyaan dan masukan atas tulisan kita. Sehingga kita akan “dipaksa” untuk belajar lebih dalam lagi.
    6. Aktif di komunitas blender baik di tingkat lokal, nasional (Blender Indonesia), hingga internasional. Kita akan dapat banyak feedback dan apresiasi. Jangan pernah takut menerima kritik. Setiap respon adalah bentuk apresiasi berharga bagi perbaikan karya kita.
    7. Jangan terlalu banyak DOWNLOAD TUTORIAL!!!! Bukan banyaknya tutorial yang anda download tapi yang terpenting adalah berapa banyak tutorial yang sudah anda kuasai dengan baik.
    Satu hal yang sangat bernilai dari belajar Blender adalah saya dipertemukan dengan orang-orang hebat di Industri Kreatif Indonesia seperti Mas Hizaro (Kapten Blender), Pak Onno W. Purbo (Wajanbolic), Pak Made Wiryana, Pak Rusmanto, Mbak Judith Lubis, Marlin & Andi Martin + Chris Vian (Kreator Si Hebring) dan masih banyak lagi.
    Semoga Tip Belajar Otodidak Blender 3D ini bermanfaat bagi Anda.
    - See more at: http://adhicipta.com/belajar-otodidak-blender-3d/#sthash.MHcClIzz.dpuf
    1. Sebagai pemula, tentukan dulu FOKUS belajar untuk menguasai tool dan instruksi dasar permodelan 3D. Jangan terburu nafsu untuk mempelajari teknik lain. Buatlah target belajar Anda seperti sebuah kurikulum. Ingat, Blender adalah software yang sangat kompleks, mulai dari game engine, modeling, texturing, sculpting, sampai dengan motion tracking dan video editor.
    2. Ulangi 1 jenis tutorial dasar hingga puluhan kali secara konsisten selama sepekan. Tujuannya adalah untuk membangun bawah sadar instruksi di blender. Hasilnya adalah reflek jari menjadi lebih baik dan dapat bekerja secara efisien. Tanpa harus melihat keyboard saat akan mengeksekusi.
    3. Untuk menguasai teknik modeling 3D, saya berlatih membuat obyek dengan lilin atau “malam”, clay, hingga papercraft. Hal ini sangat membantu proses “imajinasi” saat saya merotasi obyek 3D di blender.
    4. Intensive melakukan observasi obyek disekitar kita. Agar kemampuan topologi makin bagus saya sering melakukan pengamatan terhadap obyek-obyek seperti gunting, gelas, mobil, hingga action figure.
    5. Menuliskan pengalaman belajar kita untuk menjadi sebuah tutorial. Dengan menulis atau membuat video screencast akan semakin memperkuat bawah sadar kita dalam memahami suatu teknik di blender. Jangan pernah ragu untuk berbagi meskipun itu hal yang sederhana. Bisa saja hal sederhana bagi kita tetapi menjadi hal luar biasa bagi orang lain. Bahkan akan muncul banyak pertanyaan dan masukan atas tulisan kita. Sehingga kita akan “dipaksa” untuk belajar lebih dalam lagi.
    6. Aktif di komunitas blender baik di tingkat lokal, nasional (Blender Indonesia), hingga internasional. Kita akan dapat banyak feedback dan apresiasi. Jangan pernah takut menerima kritik. Setiap respon adalah bentuk apresiasi berharga bagi perbaikan karya kita.
    7. Jangan terlalu banyak DOWNLOAD TUTORIAL!!!! Bukan banyaknya tutorial yang anda download tapi yang terpenting adalah berapa banyak tutorial yang sudah anda kuasai dengan baik.
    Satu hal yang sangat bernilai dari belajar Blender adalah saya dipertemukan dengan orang-orang hebat di Industri Kreatif Indonesia seperti Mas Hizaro (Kapten Blender), Pak Onno W. Purbo (Wajanbolic), Pak Made Wiryana, Pak Rusmanto, Mbak Judith Lubis, Marlin & Andi Martin + Chris Vian (Kreator Si Hebring) dan masih banyak lagi.
    Semoga Tip Belajar Otodidak Blender 3D ini bermanfaat bagi Anda
    - See more at: http://adhicipta.com/belajar-otodidak-blender-3d/#sthash.MHcClIzz.dpuf
    Sebagai pemula, tentukan dulu FOKUS belajar untuk menguasai tool dan instruksi dasar permodelan 3D. Jangan terburu nafsu untuk mempelajari teknik lain. Buatlah target belajar Anda seperti sebuah kurikulum. Ingat, Blender adalah software yang sangat kompleks, mulai dari game engine, modeling, texturing, sculpting, sampai dengan motion tracking dan video editor.
  1. Ulangi 1 jenis tutorial dasar hingga puluhan kali secara konsisten selama sepekan. Tujuannya adalah untuk membangun bawah sadar instruksi di blender. Hasilnya adalah reflek jari menjadi lebih baik dan dapat bekerja secara efisien. Tanpa harus melihat keyboard saat akan mengeksekusi.
  2. Untuk menguasai teknik modeling 3D, saya berlatih membuat obyek dengan lilin atau “malam”, clay, hingga papercraft. Hal ini sangat membantu proses “imajinasi” saat saya merotasi obyek 3D di blender.
  3. Intensive melakukan observasi obyek disekitar kita. Agar kemampuan topologi makin bagus saya sering melakukan pengamatan terhadap obyek-obyek seperti gunting, gelas, mobil, hingga action figure.
  4. Menuliskan pengalaman belajar kita untuk menjadi sebuah tutorial. Dengan menulis atau membuat video screencast akan semakin memperkuat bawah sadar kita dalam memahami suatu teknik di blender. Jangan pernah ragu untuk berbagi meskipun itu hal yang sederhana. Bisa saja hal sederhana bagi kita tetapi menjadi hal luar biasa bagi orang lain. Bahkan akan muncul banyak pertanyaan dan masukan atas tulisan kita. Sehingga kita akan “dipaksa” untuk belajar lebih dalam lagi.
  5. Aktif di komunitas blender baik di tingkat lokal, nasional (Blender Indonesia), hingga internasional. Kita akan dapat banyak feedback dan apresiasi. Jangan pernah takut menerima kritik. Setiap respon adalah bentuk apresiasi berharga bagi perbaikan karya kita.
  6. Jangan terlalu banyak DOWNLOAD TUTORIAL!!!! Bukan banyaknya tutorial yang anda download tapi yang terpenting adalah berapa banyak tutorial yang sudah anda kuasai dengan baik.
Satu hal yang sangat bernilai dari belajar Blender adalah saya dipertemukan dengan orang-orang hebat di Industri Kreatif Indonesia seperti Mas Hizaro (Kapten Blender), Pak Onno W. Purbo (Wajanbolic), Pak Made Wiryana, Pak Rusmanto, Mbak Judith Lubis, Marlin & Andi Martin + Chris Vian (Kreator Si Hebring) dan masih banyak lagi.
Semoga Tip Belajar Otodidak Blender 3D ini bermanfaat bagi Anda.
- See more at: http://adhicipta.com/belajar-otodidak-blender-3d/#sthash.MHcClIzz.dpuf
  1. Sebagai pemula, tentukan dulu FOKUS belajar untuk menguasai tool dan instruksi dasar permodelan 3D. Jangan terburu nafsu untuk mempelajari teknik lain. Buatlah target belajar Anda seperti sebuah kurikulum. Ingat, Blender adalah software yang sangat kompleks, mulai dari game engine, modeling, texturing, sculpting, sampai dengan motion tracking dan video editor.
  2. Ulangi 1 jenis tutorial dasar hingga puluhan kali secara konsisten selama sepekan. Tujuannya adalah untuk membangun bawah sadar instruksi di blender. Hasilnya adalah reflek jari menjadi lebih baik dan dapat bekerja secara efisien. Tanpa harus melihat keyboard saat akan mengeksekusi.
  3. Untuk menguasai teknik modeling 3D, saya berlatih membuat obyek dengan lilin atau “malam”, clay, hingga papercraft. Hal ini sangat membantu proses “imajinasi” saat saya merotasi obyek 3D di blender.
  4. Intensive melakukan observasi obyek disekitar kita. Agar kemampuan topologi makin bagus saya sering melakukan pengamatan terhadap obyek-obyek seperti gunting, gelas, mobil, hingga action figure.
  5. Menuliskan pengalaman belajar kita untuk menjadi sebuah tutorial. Dengan menulis atau membuat video screencast akan semakin memperkuat bawah sadar kita dalam memahami suatu teknik di blender. Jangan pernah ragu untuk berbagi meskipun itu hal yang sederhana. Bisa saja hal sederhana bagi kita tetapi menjadi hal luar biasa bagi orang lain. Bahkan akan muncul banyak pertanyaan dan masukan atas tulisan kita. Sehingga kita akan “dipaksa” untuk belajar lebih dalam lagi.
  6. Aktif di komunitas blender baik di tingkat lokal, nasional (Blender Indonesia), hingga internasional. Kita akan dapat banyak feedback dan apresiasi. Jangan pernah takut menerima kritik. Setiap respon adalah bentuk apresiasi berharga bagi perbaikan karya kita.
  7. Jangan terlalu banyak DOWNLOAD TUTORIAL!!!! Bukan banyaknya tutorial yang anda download tapi yang terpenting adalah berapa banyak tutorial yang sudah anda kuasai dengan baik.
Satu hal yang sangat bernilai dari belajar Blender adalah saya dipertemukan dengan orang-orang hebat di Industri Kreatif Indonesia seperti Mas Hizaro (Kapten Blender), Pak Onno W. Purbo (Wajanbolic), Pak Made Wiryana, Pak Rusmanto, Mbak Judith Lubis, Marlin & Andi Martin + Chris Vian (Kreator Si Hebring) dan masih banyak lagi.
Semoga Tip Belajar Otodidak Blender 3D ini bermanfaat bagi Anda.
- See more at: http://adhicipta.com/belajar-otodidak-blender-3d/#sthash.MHcClIzz.dpuf

Kamis, 07 Agustus 2014

Funtion Java Script

Sebuah fungsi JavaScript adalah blok kode yang dirancang untuk melakukan tugas tertentu. 
Sebuah fungsi JavaScript dijalankan ketika "sesuatu" memanggil itu (menyebutnya).

Contoh :
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<p name="name">Ahmad Rizal Nurhadi</p>
<p id="demo"></p>
<script>
function myFunction(a, b, c, d) {
    return a * (b - d) / c;
}
document.getElementById("demo").innerHTML = myFunction(4, 3, 1, 2);
</script>
</body>
</html>
hasilnya sebagai berikut :








Function Syntax Java Script

Sebuah fungsi JavaScript didefinisikan dengan fungsi kata kunci, diikuti dengan nama, diikuti dengan tanda kurung (). Nama fungsi dapat berisi huruf, angka, garis bawah, dan tanda dolar (aturan yang sama sebagai variabel). Tanda kurung dapat mencakup nama parameter dipisahkan dengan koma: (parameter1, parameter2, ...)
Kode akan dieksekusi, berdasarkan fungsi, ditempatkan di dalam kurung kurawal: " {} ". 
 functionName ( parameter1, parameter2, parameter3 ) {
    kode yang akan dieksekusi
}
 Parameter fungsi adalah nama-nama yang tercantum dalam definisi fungsi.
Argumen fungsi adalah nilai-nilai riil yang diterima oleh fungsi ketika dipanggil.Di dalam fungsi, argumen yang digunakan sebagai variabel lokal.

Sebuah Fungsi adalah sama sebagai Prosedur atau subroutine, dalam bahasa pemrograman lain.
Java Script Invocation

Kode di dalam fungsi akan mengeksekusi ketika "sesuatu" memanggil (panggilan) fungsi:
  • Ketika suatu peristiwa terjadi (bila pengguna mengklik tombol)
  • Ketika dipanggil (disebut) dari kode JavaScript
  • Secara otomatis (self dipanggil)
Function Return

Ketika JavaScript mencapai pernyataan kembali, fungsi akan berhenti mengeksekusi. Jika fungsi itu dipanggil dari sebuah pernyataan, JavaScript akan "kembali" untuk mengeksekusi kode setelah pernyataan invoking. Fungsi sering menghitung nilai kembali. Nilai kembali adalah "dikembalikan" kembali ke "pemanggil":

Contoh :
 Hitung produk dari dua angka, dan mengembalikan hasil :
 <!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<p>Ahmad Rizal Nurhadi</p>
<p id="hasil"></p>
<script>
function myFunction(a, b) {
    return a * b;
}
document.getElementById("hasil").innerHTML = myFunction(4, 4);
</script>
</body>
</html>
Hasilnya Seperti berikut :


Mengapa Functions?

Anda dapat menggunakan kembali kode: Tentukan kode sekali, dan menggunakannya berkali-kali. Anda dapat menggunakan yang sama kali kode banyak dengan argumen yang berbeda, untuk menghasilkan hasil yang berbeda

Contoh :
 <!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<p>Ahmad Rizal Nurhadi</p>
<p id="demo"></p>
<script>
function toCelcius(f) {
    return (5/9) * (f-32);
}
document.getElementById("demo").innerHTML = toCelcius(36);
</script>
</body>
</html>
hasilnya sebagai berikut :

Object Function Java Script

Dalam JavaScript, fungsi adalah obyek. Fungsi JavaScript memiliki properti dan metode. Anda dapat menambahkan properti dan metode Anda sendiri untuk fungsi.

Function Variabel Java Script

Dalam JavaScript, fungsi dapat digunakan sebagai variabel:

Contoh :
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
<p id="demo"></p>
<script>
document.getElementById("demo").innerHTML =
"Temperaturnya disini adalah " + toCelsius(50) + " Celcius";
function toCelsius(fahrenheit) {
    return (5/9) * (fahrenheit-32);
}
</script>
</body>
</html>
Hasilnya sebagai berikut :
Fungsi JavaScript dapat didefinisikan ulang seperti variabel biasa.
Fungsi JavaScript juga dapat dikirimkan sebagai nilai-nilai ke fungsi lain.
 
Sumber : W3schools

Rabu, 06 Agustus 2014

JavaScript Comments

JavaScript comments can be used to explain the code, and make the code more readable. JavaScript comments can also be used to prevent execution, when testing alternative code.

Single Line Comments

Single line comments start with //.
Any text between // and the end of a line, will be ignored by JavaScript (will not be executed).
The following example uses a single line comment in front of each line, to explain the code:

Example :

// Change heading:
document.getElementById("myH").innerHTML = "My First Page";
// Change paragraph:
document.getElementById("myP").innerHTML = "My first paragraph.";
This example uses a single line comment at the end of each line, to explain the code:

Example

var x = 5;      // Declare x, give it the value of 5
var y = x + 2;  // Declare y, give it the value of x + 2 

Multi-line Comments

Multi-line comments start with /* and end with */.
Any text between /* and */ will be ignored by JavaScript.
The following example uses a multi-line comment (a comment block) to explain the code:

Example

/*
The code below will change
the heading with id = "myH"
and the paragraph with id = "myp"
in my web page:
*/
document.getElementById("myH").innerHTML = "My First Page";
document.getElementById("myP").innerHTML = "My first paragraph.";
 

Using Comments to Prevent Execution

Using comments to prevent execution of code, can be very suitable for testing.
Adding // in front of a code line changes the code lines from an executable line to a comment.
The next example uses // to prevent execution of one of the code lines.

Example

//document.getElementById("myH").innerHTML = "My First Page";
document.getElementById("myP").innerHTML = "My first paragraph."; 
The following example uses a comment block to prevent execution of multiple lines:

Example

/*
document.getElementById("myH").innerHTML = "My First Page";
document.getElementById("myP").innerHTML = "My first paragraph.";
*/
 Sumber : w3schools

JavaScript Statement Identifiers

JavaScript statements often start with a statement identifier to identify the JavaScript action to be performed.
Statement identifiers are reserved words and cannot be used as variable names (or any other things).
Here is a list of some of the JavaScript statements (reserved words) you will learn about in this tutorial:
Statement Description
break Terminates a switch or a loop.  
catch Marks the block of statements to be executed when an error occurs in a try block.
continue Jumps out of a loop and starts at the top.
do ... while Executes a block of statements and repeats the block while a condition is true.
for Marks a block of statements to be executed as long as a condition is true.
for ... in Marks a block of statements to be executed for each element of an object (or array).
function Declares a function.
if ... else Marks a block of statements to be executed depending on a condition.
return Exits a function.
switch Marks a block of statements to be executed depending on different cases.
throw Throws (generates) an error.
try Implements error handling to a block of statements.
var Declares a variable.
while Marks a block of statements to be executed while a condition is true.
There is a complete list of reserved words, in a later chapter of this tutorial.

Sumber : w3schools

Selasa, 05 Agustus 2014

Bug Berbahaya Instaler Ubuntu

https://bugs.launchpad.net/ubuntu/+source/ubiquity/+bug/1265192

It removed all the partitions. Bahaya.
Itu bug! Pilihlah selalu Something Else!
Hati-hati, jangan pilih “Erase and Reinstall” ketika mau instal ulang Ubuntu 14.04 (atau versi lain). Pilih Something Else, buat partisi sendiri. Hati-hati, backup semua data anda. Dulu juga saya pernah mengalami hal tersebut, isi hardisk 500gb habis bersih tak tersisa yang membuat saya menangis.. huahuahuahahaha.

Sumber : Malsasa

HTML Unicode (UTF-8) Reference

The Unicode Consortium

The Unicode Consortium develops the Unicode Standard. Their goal is to replace the existing character sets with its standard Unicode Transformation Format (UTF).
The Unicode Standard has become a success and is implemented in HTML, XML, Java, JavaScript, E-mail, ASP, PHP, etc. The Unicode standard is also supported in many operating systems and all modern browsers.
The Unicode Consortium cooperates with the leading standards development organizations, like ISO, W3C, and ECMA.

The Unicode Character Sets

Unicode can be implemented by different character sets. The most commonly used encodings are UTF-8 and UTF-16:
Character-set Description
UTF-8 A character in UTF8 can be from 1 to 4 bytes long. UTF-8 can represent any character in the Unicode standard. UTF-8 is backwards compatible with ASCII. UTF-8 is the preferred encoding for e-mail and web pages
UTF-16 16-bit Unicode Transformation Format is a variable-length character encoding for Unicode, capable of encoding the entire Unicode repertoire. UTF-16 is used in major operating systems and environments, like Microsoft Windows, Java and .NET.

Tip: The first 128 characters of Unicode (which correspond one-to-one with ASCII) are encoded using a single octet with the same binary value as ASCII, making valid ASCII text valid UTF-8-encoded Unicode as well.

Tip: All HTML 4 processors support UTF-8, and all HTML 5 and XML processors support both UTF-8 and UTF-16!

The HTML5 Standard: Unicode UTF-8

Because the character sets in ISO-8859 was limited in size, and not compatible in multilingual environments, the Unicode Consortium developed the Unicode Standard.
The Unicode Standard covers (almost) all the characters, punctuations, and symbols in the world.
Unicode enables processing, storage, and transport of text independent of platform and language.
The default character encoding in HTML-5 is UTF-8.
Below is a list of some of the UTF-8 character sets supported by HTML5:
Character set Decimal Hexadecimal
C0 Controls and Basic Latin 0-127 0000-007F
C1 Controls and Latin-1 Supplement 128-255 0080-00FF
Latin Extended-A 256-383 0100-017F
Latin Extended-B 384-591 0180-024F
If an HTML5 web page uses a different character set than UTF-8, it should be specified in the <meta> tag like:

Example

<meta charset="ISO-8859-1">

Sumber : http://www.w3schools.com/charsets/ref_html_utf8.asp

Cara Instal Jibas di Linux Mint 17

Tentang Jibas

JIBAS singkatan dari Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah. JIBAS lahir dari visi "Kebersamaan untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia". 
Misi JIBAS adalah membangun jaringan informasi dan komunitas pendidikan yang bisa mewadahi interaksi dan aktifitas setiap elemen pendidikan dari siswa, guru, orang tua, sekolah,yayasan, pemerintah dan masyarakat umum. 
Singkat kata, jaringan yang dibentuk JIBAS akan menggabungkan fitur dan layanan berupa komunitas + konten + informasi + hiburan, mirip gabungan Facebook + Google + Yahoo + Wikipedia tetapi khusus untuk pendidikan Indonesia. Selengkapnya klik disini .


 Instalasi Jibas

Edit file php.ini dan cari kata berikut dan ubah seperti ini
short_open_tag = On

setelah itu restart apache nya :
service apache2 restart
atau
/etc/init.d/apache2 restart
  1. Download Jibasnya terlebih dahulu di http://www.jibas.net.
  2. Copy hasil Download nya di direktory /var/www/html/.
  3. Extrak jibasnya.
    7za x jibas.roadtocommunity.src-2.9.1.7z
  4. Beri hak akses jibasnya.
    chmod -R 755 /var/www/html/jibas
  5. Import database nya ke mysql.
    cd jibas
    mysql -u root -p < jibas_db.sql
    masukkan passwordnya dan tunggu sampai selesai.
  6. Edit file database.config.php dan isi password sesuai password phpmyadmin anda.
    vi jibas/jibas/include/database.config.php

  7.  Edit file application.config.php Seperti berikut.

    vi jibas/jibas/include/application.config.php

  8. Buka terminal ketikkan:
    mysql -u root -p
    GRANT ALL PRIVILEGES ON *.* TO `root`@`%` IDENTIFIED BY 'kebersamaan';
    quit
  9. Instalasi selesai , buka browser dan ketik :
    http://127.0.0.1/jibas/
    atau
    http://localhost/jibas/
  10. Username default jibas yaitu :
    username = jibas
    password = password
  11. Sekian tutorial saya, semoga dapat membantu terimakasih.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com